Jono dan Karto

Jono dan Karto adalah temen dari SD yang sampe sekarang masih sering ngumpul bareng. Karto ini orangnya emang asik buat diajak ngumpul, cerita-cerita, n bisa dijadiin tempat curhat juga. Dia dulu tinggalnya gak begitu jauh dari rumah Jono yang dulu, hampir tiap hari kalo pulang sekolah pasti mereka jalan bareng. Waktu demi waktu pun berlalu, Jono dan Karto akhirnya menduduki bangku SMP di sekolah yang sama. Pertemanan antara mereka pun semakin erat, hingga pada suatu hari Karto mengunjungi rumah Jono dan meminta Jono agar ia diperbolehkan untuk menginap di rumahnya sampai waktu yang tak ditentukan, karena Jono dan Karto memang sudah akrab Jono pun memperbolehkan Karto untuk menginap di rumahnya tentu setelah mendapat izin dari orang tua Jono.

Tanpa terasa hari terus berlalu sampai suatu ketika ayah Jono mencari cincin yang sering ia pakai dan diletakkan di meja dekat ruangan keluarga. Setelah menanyai seisi rumah tentang keberadaan cincin tersebut, akhirnya tidak ditemukan siapa pelakunya. Kemudian, ibu Jono mempunyai firasat yang buruk, ia segera bergegas menuju kamar Jono dan memeriksa tas Karto (pada saat itu Karto sedang pergi keluar rumah), alangkah kagetnya ibu Jono ternyata cincin yang selama ini dicari ia temukan dibalik tumpukan kaos kotor yang berada di dalam tas Karto, ia pun segera memberi tahu ayah Jono dan betapa kagetnya ayah Jono karena tidak menyangka bahwa teman anaknya lah yang mengambil cincin tersebut yang notabene masih pelajar SMP. Ayah Jono marah bukan main, kalau saja ia sudah besar tentu persoalan akan menjadi beda, tapi ini ia (Karto) masih dalam tahap pertumbuhan, kelakuannya masih bisa diperbaiki. Akhirnya setelah proses yang lama, ayah Jono meminta agar Jono menyuruh Karto untuk pulang ke rumahnya sendiri karena keluarga Karto juga sudah sering menelepon agar Karto pulang ke rumahnya. Entah bagaimana caranya akhirnya Karto pun pulang ke rumahnya. Jono tampaknya masih sangat kaget, ternyata temannya sendiri tega mencuri di rumahnya. Ia pun tak bisa memaafkan perbuatan Karto. Sampai sekarang Karto tidak menyadari bahwa perbuatan yang ia lakukan di rumah Jono telah diketahui oleh Jono sekeluarga.

Tidak sampai disitu, beberapa tahun kemudian, Jono mendapat kabar bahwa warga sekitar tempat Karto menginap di rumah temannya mencarinya karena Karto lagi-lagi meminjam uang dan mencuri barang-barang milik warga bahkan barang temannya sendiri. Tapi hingga sekarang Karto tidak menyadari perbuatannya telah diketahui, apa mungkin ia tahu tapi pura-pura tidak tahu.

nb: Memang sekali seseorang itu mencuri, ia akan terus mencuri bagaimanapun juga caranya. Dan hal ini susah untuk dirubah tanpa kesadaran dari orang tersebut.
Based on True Story

This entry was posted in Cerita - cerita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s