6 Guru Kedapatan Kirim Email Tak Senonoh

AUCKLAND – Enam orang guru di sebuah sekolah di Auckland tertangkap basah mengirim email berisi pesan dan gambar tak senonoh dengan menggunakan fasilitas komputer di sekolah.

Namun sayangnya pihak sekolah Sir Edmund Hillary Collegiate, tempat guru-guru itu mengajar, tidak mau menyebutkan secara jelas nama guru-guru yang terlibat dalam peristiwa yang mencoreng dunia pendidikan tersebut.

Kepala Sekolah Gail Thomson menolak memberikan keterangan lebih lanjut. Dia hanya menyebutkan bahwa email tersebut berisi gambar dan teks yang tidak senonoh dan sangat tidak pantas beredar di lingkungan pendidikan.

Namun keenam guru tersebut tidak kedapatan secara bersamaan. Sebelumnya, lima guru kepergok mengirim email-email tersebut tahun lalu, pada saat diadakan pengecekan rutin sistem komputer sekolah. Sementara satu orang lagi kedapatan mengirim email-email tersebut tahun ini, ketika sekolah tersebut tengah diaudit oleh lembaga di luar sekolah bernama PricewaterhouseCoopers.

“Kelima guru yang lebih dulu kepergok soal email tersebut sampai saat ini masih tetap mengajar. Namun posisi mereka kini benar-benar sangat diawasi dan jika kedapatan melakukan perbuatan yang sama, mereka langsung dikeluarkan,” kata Thomson seperti dikutip dari TV NZ, Senin (7/9/2009).

Sementara satu guru lainnya telah diberhentikan. Banyak pengamat menyebutkan insiden ini merupakan tanggung jawab Departemen Pendidikan dan Pengawas Pendidikan yang telah lalai hingga konten-konten tersebut bisa diakses di lingkungan sekolah. (rah)

sumber: okezone

This entry was posted in Artikel. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s